Banner 468x70 pxl

Motivasi Sukses

Published on April 16th, 2015 | by Dany Rudiyan

Bedanya Orang Miskin, Kelas Menengah dan Orang Kaya dalam Membelanjakan Uang

Seperti biasa selepas waktu subuh saya selalu meluangkan waktu (Meng-Investasikan waktu) untuk belajar pengetahuan internet marketing, membaca dan belajar hal baru yang positif untuk terus mengembangkan kepribadian dan ilmu saya. Dan ada topik yang menarik yang kebetulan baru saya lihat. Kenapa orang kaya makin kaya, orang miskin makin miskin dan orang kelas menengah adalah orang yang paling stress?

Kebanyakan orang tanpa sadar menyabotase kesuksesan mereka sendiri atau kemampuan mereka untuk meningkatkan penghasilan mereka dari cara mereka memutuskan apa yang mereka lakukan dengan uang mereka. Satu hal, yang merupakan fokus dari artikel ini adalah cara mereka membelanjakan uang mereka. Ini adalah ringkasan dari sebuah video yang sangat terkenal dari Tim Sales yang berjudul :

“What The Wealthy Buy on a Payday” Atau “Apa yang dibeli orang kaya saat mereka menerima penghasilan”

Kemungkinan ada beberapa orang yang tersinggung saat membaca artikel ini. Tapi ini adalah kenyataan yang jujur dan saya disini bukan mencoba untuk menggurui anda bagaimana membelanjakan uang anda. Saya dulu juga pernah memiliki pola pikir orang miskin dan kelas menengah.

Tapi dengan artikel ini saya harap saya bisa membantu beberapa orang yang selalu mengatakan kalau mereka “tidak punya uang” untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya memiliki lebih dari yang mereka pikir mereka miliki. Ini semua dimulai dari bagaimana cara mereka membelanjakan uang mereka.

Ini adalah ringkasan kesimpulan dari video yang itu :

1). Orang Dalam Kategori Kelas Bawah Atau Mereka Yang Punya Pola Pikir Orang Miskin

Mereka adalah orang-orang yang terus-menerus membeli “sesuatu”. Mereka selalu membeli barang atau benda yang mereka tidak benar-benar perlu, seperti ; Pakaian, sepatu, tas, film DVD, Smartphone, gadget dan lainnya. Yang mereka beli adalah benda-benda yang biasanya selalu di “SALE” atau sedang trend dan mereka membenarkan tindakan mereka membeli benda-benda tersebut dengan dalih seperti : “Pas lagi murah nih, mumpung ada diskon” atau “kapan lagi bisa murah begini?” dan “lumayan untung dan hematnya banyak” saat membeli benda-benda tersebut.

Pada akhirnya, hanya benda-benda yang mereka beli itulah yang satu-satunya nya jadi milik mereka dan mereka hidup dari gaji ke gaji untuk membeli benda-benda seperti itu sepanjang waktu. Mereka tidak pernah benar-benar maju dan parahnya mereka mengatakan kalau mereka selalu tidak punya uang :D

2). Kelas Menengah

Banyak orang menyangka dan menyalah artikan kelas menengah sebagai kelasnya orang kaya. Mereka biasanya memiliki pekerjaan yang baik dan gaji yang tinggi dan tinggal di rumah yang cukup bagus.

Mereka memiliki mobil bagus, perhiasan dan lainnya. Tapi apa yang membuat orang-orang di kelas ini tidak bisa maju adalah juga dari cara mereka membelanjakan uang mereka. Mereka juga hidup dari gaji ke-gaji dan harus bekerja di pekerjaan mereka selama sisa hidup mereka.

Mereka membeli rumah mewah (Rumah tidak disebut asset kalau tidak menghasilkan uang untuk anda. Rumah akan disebut asset kalau anda misalnya menyewakan rumah tersebut dan anda mendapat pemasukan dari uang sewa rumah) dan mobil mewah dengan kredit, berlibur ke luar negeri dengan menggunakan kartu kredit dan membeli barang-barang bagus atau mewah dengan kartu kredit. Mereka hidup dari kredit. Jadi bukannya mereka menggunakan uang mereka untuk berinvestasi tapi justru mereka membelanjakan uang mereka untuk membeli barang-barang mahal.

Mereka adalah orang yang stress karena harus terus bekerja untuk membayar tagihan-tagihan mereka akan gaya hidup mewah yang dipaksakan mengikuti keinginan.

3). Kelas Atas

Orang-orang di kelas ini membuat uang bekerja untuk mereka. Mereka belajar untuk menginvestasikan uang mereka ke aset yang nilainya bertambah dan memberi mereka leverage atau pemasukan yang lebih besar. Keuntungan yang mereka dapatkan dari aset tersebut akan mereka investasikan lagi untuk membeli aset. Akhirnya penghasilan mereka makin lama makin besar. Bisnis juga adalah asset.

Orang-orang ini biasanya memiliki bisnis dan belajar bagaimana mereka bisa membayar pajak lebih sedikit juga dengan memiliki bisnis.

Kesimpulannya :

ketika orang-orang mengatakan bahwa mereka “tidak punya uang” untuk memulai bisnis mereka sendiri, itu sebenarnya adalah pola pikir orang yang miskin. Memulai bisnis yang memungkinkan anda untuk bisa bekerja dari rumah dan membangun penghasilan residual membutuhkan investasi atau modal yang jauh lebih kecil dari TV yang mereka beli di Carrefour atau hypermart dan jauh lebih murah dari Smartphone atau gadget yang mereka beli (Yang pada dasarnya tidak dimanfaatkan dengan smart) :)

Orang yang ada dalam kategori kelas bawah dan menengah lebih suka menghabiskan uang mereka pada hal-hal yang membuat mereka kehilangan uang atau membeli benda yang nilainya berkurang sejalan dengan waktu.

Intinya menjadi kaya bukanlah masalah berapa uang yang kita hasilkan, tapi pola pikir kita dan cara kita membelanjakan uang yang kita miliki.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa berikan feedback atau komentar anda ya 🙂

Tags: ,


About the Author

adalah seorang Internet Marketer Indonesia yang berpengalaman sejak 2012. Bisnis yang dijalankan diantaranya Affiliate Marketing, PPC, E-commerse Toko Online, SEO, Web Training dan Product Creation. Selain itu juga sebagai pengusaha yang berkecimpung di Usaha Kuliner, Percetakan, Desain, Fotokopi, dan Fashion.



Back to Top ↑
  • Dapatkan Ebook GRATIS ! "RAHASIA SUKSES"


  • Join BeBOS Community
  • Pusatnya Panduan Sukses Para Pebisnis
  • toko buku online, buku panduan bisnis, buku bisnis pilihan
  • bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
  • Kategori