Banner 468x70 pxl

Tips Bisnis

Published on May 23rd, 2015 | by Dany Rudiyan

4 Kriteria Penting dalam Memilih Bisnis

Di artikel kali ini kita akan membahas bersama mengenai peluang dan kesempatan bisnis yang ada. Sebagai permulaan, kita akan lihat dan mencoba menganalisa, kategori bisnis yang umum dan ada sekarang : bisnis konvensional.

Apa bisnis konvensional itu? Kok terdengar kuno?

Ya, emang gitu kok! Disebut bisnis konvensional karena bisnis dalam kategori ini sudah ada sejak dulu dan secara umum dilakukan oleh kebanyakan orang-orang di dunia ini. Buka toko kelontong, warung, restoran, cafe, toko komputer, pulsa, warnet, wartel, bisnis pertambangan, dlsbnya, adalah sedikit contoh dari bisnis konvensional.

Oke, lalu bagaimana kita menganalisa bisnis konvensional ini dalam kaitannya dengan faktor 4-i (Investment, Income, Insurance, dan Inheritence) ? Mari kita mulai :

1. KRITERIA INVESTASI

Mulai lah dengan bertanya kepada diri Anda sendiri :

“Berapa modal finansial yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis yang Anda pilih? Berapa resiko yang harus Anda tanggung jika bisnis Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya? Apakah Anda sanggup untuk menanggung semua kerugian finansial yang mungkin terjadi?”

Faktor investasi inilah yang menyebabkan banyak orang segan untuk memulai bisnis sendiri. Apalagi untuk orang dari kalangan kelas miskin dan menengah

2. KRITERIA INCOME

Lihat, apakah income yang akan Anda dapatkan dari bisnis Anda, tidak terbatas? Umumnya untuk meningkatkan income dari bisnis konvensional, Anda harus melakukan peningkatan dari sisi investasi! Demikian seterusnya.

3. KRITERIA INSURANCE

“Apakah bisnis Anda memungkinkan Anda untuk terus mendapatkan income, walaupun Anda sudah tidak bekerja lagi (residual income)?”

Kenyataannya adalah semakin tumbuh dan berkembangnya sebuah bisnis, akan membuat pemiliknya terpaksa untuk terikat dan “menikah” dengan bisnisnya! Kenapa begitu? Karena tidak ada yang lebih perduli dengan suatu bisnis, kecuali si pemilik bisnis tersebut! Sekali Anda berhenti, maka bisnis Anda pun secara pasti akan berhenti.

4. KRITERIA INHERITENCE

“Apakah bisnis Anda dapat Anda perlakukan sebagai sebuah aset yang langsung dapat Anda wariskan kepada siapa saja?”

Coba bayangkan misalnya Anda memiliki bisnis kafe, kemudian tibalah saatnya Anda untuk pensiun dan menikmati hari tua Anda. Anak, keponakan, saudara, atau kerabat lainnya, adalah orang-orang pertama yang ada dibenak Anda untuk meneruskan menjalankan bisnis kafe Anda.

Tapi sayangnya, tidak ada satupun dari mereka yang tertarik untuk meneruskan bisnis kafe Anda. Anak Anda terobsesi untuk menjadi model, keponakan Anda lebih tertarik untuk menjadi konsultan pajak dan orang-orang dekat Anda lainnya tidak merasa memiliki keahlian untuk menjalankan kafe. Apa yang terjadi dengan bisnis kafe Anda? Apa yang terjadi dengan rencana pensiun Anda?

Bisnis konvensional dan investasi uang dipasar modal, membutuhkan modal finansial yang besar. Faktor modal finansial ini adalah merupakan faktor utama yang menyebabkan banyak orang yang sudah sadar akan pentingnya memiliki usaha sendiri terhambat untuk memulai sebuah bisnis

Tidak hanya itu, bisnis konvensional juga membutuhkan skill dan pengalaman.

Anggaplah Anda memiliki modal finansial untuk memulai usaha sendiri. Tapi, apakah Anda memiliki pengalaman dan skill yang dibutuhkan? Siapa yang memiliki skill dan pengalaman tersebut? Apakah mereka bersedia mengajarkan Anda segala skill dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis?

Jawaban yang paling sederhana adalah Anda dapat belajar dari para pebisnis di lingkungan Anda. Lihat disekeliling Anda, ada berapa banyak para pebisnis. Dan coba dekati mereka dan minta mereka untuk mengajari Anda segala pengalaman dan skill yang mereka punya.

Jangan kecewa, mereka mungkin benar-benar mau membantu Anda, tapi mereka tidak punya waktu untuk berbagi ilmu dengan Anda. Kebanyakan dari mereka sudah terperangkap oleh tuntutan dan kesibukan sehari-hari bisnis mereka sendiri.

Kita sudah terbiasa mendengar istilah “bisnis keluarga” hal tersebut sangat lumrah, karena biasanya, hanya keluarga dekatlah yang bisa mendapatkan ilmu bisnis dan diberi kesempatan untuk belajar bisnis. Lihat keluarga Liem, lihat keluarga Bakrie, lihat keluarga Eka Tjipta, keluarga Cendana, keluarga Axa, keluarga Kalla dan lainnya.

Sekarang, apakah kita cukup beruntung untuk menjadi salah satu dari anggota keluarga konglemerat bisnis besar tersebut? Sehingga kita bisa belajar dan diberi kesempatan?

Dan bukankah dengan mengajari Anda segala skill, trik, teknik dan sebagainya, sama artinya dengan mereka membina ‘calon kompetitornya’ sendiri?

Lalu bisnis seperti apa yang seharusnya bisa melewati 4 kriteria di atas? Ada yang tahu jawabannya? Komentar anda saya tunggu ya 😉

Tags: , , ,


About the Author

adalah seorang Internet Marketer Indonesia yang berpengalaman sejak 2012. Bisnis yang dijalankan diantaranya Affiliate Marketing, PPC, E-commerse Toko Online, SEO, Web Training dan Product Creation. Selain itu juga sebagai pengusaha yang berkecimpung di Usaha Kuliner, Percetakan, Desain, Fotokopi, dan Fashion.



Back to Top ↑
  • Dapatkan Ebook GRATIS ! "RAHASIA SUKSES"


  • Join BeBOS Community
  • Pusatnya Panduan Sukses Para Pebisnis
  • toko buku online, buku panduan bisnis, buku bisnis pilihan
  • bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
  • Kategori