Banner 468x70 pxl

Motivasi Sukses

Published on September 23rd, 2015 | by Dany Rudiyan

Menjadi yang Pertama dalam Bisnis Tidak Selalu Menjamin Kesuksesan

Keunggulan menjadi orang yang pertama sebenarnya tidaklah sebagus yang orang sering katakan. Bill Gates adalah salah satu orang yang bisa melihat ke depan dengan mengembangkan teknologi cloud, Internet of Things (IoT), dan smartwatch sejak awal tahun 2000an. Tapi kesuksesan inovasi-inovasi tersebut bukanlah berasal dari sentuhan Bill Gates.

Pada kenyataannya, Google masih mendominasi dalam teknologi cloud, internet of things (IoT) masih terbilang sangat baru, dan Apple masih memimpin untuk teknologi wearable. Di dunia teknologi yang bergerak dengan cepat, pihak yang unggul hari ini bisa saja terlupakan dengan tidak kalah cepatnya. Dengan kata lain, startup seharusnya berusaha menjadi orang yang terakhir, bukan orang yang pertama.

Lalu apa contohnya startup yang sukses awal tapi tertinggal dan gagal kemudian?

Saya beri contoh Friendster, saya dulu salah satu pengguna friendster yang memang sangat terkenal dan booming saat itu. Ada yang masih ingat masa-masa ketika menuliskan testimonial di Wall Friendster adalah hal yang ngetren?

Friendster adalah salah satu startup yang awalnya mendominasi di pasarnya, tapi kemudian langsung tertinggal dengan cepat.

Di masa suksesnya, Friendster memiliki 115 juta pengguna terdaftar dan mendapat penawaran akuisisi yang cukup tinggi dari Google, yaitu senilai USD 30 juta (sekitar Rp 400 miliar). Perusahaan ini juga punya banyak investor, antara lain KPCB dan Co-Founder LinkedIn Reid Hoffman.

Mengapa startup ini gagal? Masalah teknis.

Founder Friendster, Jonathan Abrams, tahu persis ke mana dia ingin membawa situs ini. Dalam sebuah wawancara dengan Mashable, dia tahu bahwa Facebook yang belum lama berdiri akan mengancam dominasi Friendster. Karenanya, ia berencana untuk membuat news feed, grafik sosial, dan sebuah aplikasi untuk melengkapi jejaring sosial ini. Ia ingin menarik perhatian pengguna di tingkat universitas untuk menghadang kepopuleran Facebook di kalangan anak muda.

Namun tantangan teknologi memperlambat langkah perusahaan ini. Mashable menulis bahwa “Investor tidak berfokus pada mengembangkan Friendster ke arah yang benar, apalagi menanggapi ancaman yang dibuat oleh nama baru seperti Facebook.” Situsnya menjadi sangat buruk hingga pengguna kesulitan untuk masuk ke dalam situs ini selama dua tahun dan memiliki waktu loading yang sangat lama. Mereka gagal membangun infrastruktur yang bisa mengimbangi jumlah pengguna dan traffic yang mereka miliki, serta memberikan peluang bagi kompetitor seperti MySpace dan Facebook untuk mengejar.

Di sisi lain, Facebook mengusung prinsip “bergerak dengan cepat dan mencoba berbagai hal”. Prinsip ini diusung sesuai dengan rencana perusahaannya: media sosial bisa sukses karena efek jaringan, yang berarti semakin banyak pengguna yang diperoleh dalam waktu sesingkat mungkin, semakin bagus peluang untuk menjadi dominan. Infrastruktur yang solid memungkinkan Facebook untuk mengembangkan fitur-fiturnya dan mendapatkan pengguna baru. Intinya adalah lebih mementingkan jumlah pengguna ketimbang mengkhawatirkan beban pada server.

Sebelum akhirnya mati beberapa waktu lalu, Friendster memang masih sempat hidup, tapi tidak dalam bentuk yang dulu sempat terkenal. Situs ini diakuisisi oleh layanan pembayaran online asal Malaysia, MOL, di tahun 2009 dengan nilai yang menurut rumor adalah $100 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Situs ini kemudian berubah menjadi satu dari banyak situs portal game di internet.

——————–

Kesimpulannya, jika anda sebagai startup yang telah lebih dulu dalam suatu bisnis maka janganlah bersantai-santai dengan keadaan yang ada, kembangkan terus bisnis anda agar tidak tersusul oleh kompetitor. Dan jika anda bukanlah yang pertama dalam suatu bisnis maka janganlah patah semangat untuk menjadi yang terbaik, jadikan kompetitor awal itu sebagai pedoman anda untuk menjadi lebih baik. Ok? 😉

*beberapa bagian artikel ini saya ambil dari https://id.techinasia.com/

DAPATKAN eBOOK GRATIS & INFO UPDATE TERKINI!

Daftar mailing list kami dan Dapatkan info menarik dan terupdate di dalam email anda

Tags: , ,


About the Author

adalah seorang Internet Marketer Indonesia yang berpengalaman sejak 2012. Bisnis yang dijalankan diantaranya Affiliate Marketing, PPC, E-commerse Toko Online, SEO, Web Training dan Product Creation. Selain itu juga sebagai pengusaha yang berkecimpung di Usaha Kuliner, Percetakan, Desain, Fotokopi, dan Fashion.



Back to Top ↑
  • Dapatkan Ebook GRATIS ! "RAHASIA SUKSES"


  • Join BeBOS Community
  • Cara Jitu Meyakinkan Calon Pembeli
  • Bisnis Dari Rumah Penghasilan Jutaan Rupiah
  • bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
  • Kategori